Review makanan, buku, film, dan game dan cerita santai sehari-hari.

Belajar Istilah unik Palembang "Ade Gewe/Ado Gawe"

Di Palembang tidak ada pengangguran karna semua orang kalau di tanya mau kemana pasti "Ado Gawe"!

Ade Gewe 


salah satu istilah unik dipalembang adalah ado gawe, di palembang atau sumatera selatan ketika kamu ingin berpergian untuk mengerjakan apapun entah ke warung, kerumah temen, kemanapun, ketika ditanya kalian mau kemana, bisa kalian jawab singkat aja "ado gewe" maka orang bakal langsung mengerti dan ngga bakal tanya detail.

sebagai perantau dijakarta, kata ini tidak saya temukan, dan pada akhirnya kita sedikit menjelaskan mau kemana mau kemana, ngapain, sama siapa—hal-hal yang sebenarnya kadang nggak perlu dijelaskan panjang lebar. Di situlah saya mulai sadar, “ado gawe” itu bukan sekadar jawaban, tapi semacam budaya komunikasi yang ringkas dan penuh pengertian.

Di Palembang, kalimat sederhana itu punya makna yang luas. “Ado gawe” bisa berarti lagi ada urusan, ada kegiatan, atau sekadar lagi pengen keluar sebentar tanpa perlu dirinci. Menariknya, orang yang bertanya pun paham batasan. Mereka nggak akan maksa untuk tahu lebih jauh. Ada semacam rasa saling menghargai privasi yang dibungkus dalam bahasa sehari-hari.

Berbeda ketika di Jakarta. Pertanyaan “mau kemana?” sering kali diikuti dengan pertanyaan lanjutan:
“Ke mana?”
“Ngapain?”
“Sama siapa?”
“Kapan balik?”

Bukan berarti orang Jakarta kepo, tapi memang cara komunikasinya berbeda. Di kota besar yang serba cepat dan individual, penjelasan sering kali jadi bentuk kejelasan, bukan sekadar basa-basi.

Sebagai perantau, saya jadi belajar satu hal sederhana: bahasa itu bukan cuma alat komunikasi, tapi juga cerminan cara berpikir dan budaya suatu daerah. “Ado gawe” mengajarkan saya tentang efisiensi dalam berbicara, sekaligus tentang kepercayaan bahwa tidak semua hal harus dijelaskan secara detail.

Kadang saya kangen momen itu. Ketika ditanya mau kemana, cukup jawab dua kata, dan semuanya sudah dimengerti.

Sekarang, sesekali saya masih pakai istilah itu di Jakarta. Walaupun sering dibalas dengan tatapan bingung, atau malah ditanya balik, “Maksudnya?”

Dan di situ biasanya saya cuma senyum, lalu mulai menjelaskan panjang lebar lagi.

Tapi dalam hati, saya tetap merasa—“ado gawe” itu bukan cuma jawaban, tapi identitas kecil yang selalu saya bawa dari kampung halaman.

Karena sejauh apa pun kita pergi, selalu ada satu dua hal sederhana yang tetap kita pertahankan. Dan bagi saya, salah satunya adalah dua kata itu:

“Ado gawe.”


Penulis: kim_sabo feat chatgpt 

Tag : Cerita
Share :
0 Komentar untuk "Belajar Istilah unik Palembang "Ade Gewe/Ado Gawe" "

Back To Top